ABBA ~ Mamma Mia!

(coba2 blajar ngetik n crita nih…)

Nonton film Mamma Mia! menurutku bukan film dan bintang filmnya aja yang seru tapi juga nontonnya dan penontonnya.

Sejak dari beli karcis pun, udah terasa keanehan. Waktu mbaknya di loket nanya untuk berapa orang, saya jawab satu (biasa aja). Rasanya mbaknya spontan terheran-heran, bahkan sampai mengulang jawaban saya karena gak percaya: satu?? Lhah, saya malah jadi bengong n heran, apa saat ini nonton sendirian sudah dianggap perilaku yang menyimpang kah?

Mungkin karena diriku merasa kesepian sendirian ditinggal rombongan 20an saudara istri nonton film Laskar Pelangi yang main duluan, aku pun iseng-iseng beli minuman dan makanan untuk bekal nonton. Aku merasa aneh sendiri karena selama ini aku tak pernah berbuat seiseng gini. Nonton ya nonton aja laah… ga pake plus-plus’an segala.

Yang pertama bikin aku tergeli-geli sendiri adalah prakiraanku kalo film ini bakal digemari eyang-eyang ternyata gak jauh-jauh amat melesetnya. Banyak penonton yang rambutnya sudah multi warna termasuk putih dan abu-abu. Ini belum termasuk penonton ibu-ibu yang pada pake kerudung. Waah… aku yang rambutnya masih hitam asli (tanpa semir ataopun cat pewarna sama sekali lho) langsung merasa muda belia.

Waktu masuk ruangan aja, kebetulan di depanku seorang ibu (aku ga bilang seorang nenek lho) nonton sendirian. Waktu beliau masuk ruangan aja, aku lihat kaki kanannya selalu kedepan duluan sepertinya nyari2 kalo ada sandungan atau anak tangga. Waah….. aku spontan tengok kiri-kanan, tapi gak liat satupun karyawan bioskop yang biasanya pake seragam. Mungkin lagi pada mudik kali ye. Yaah… meskipun aku belom merasa sebagai bloger sejati, tapi sedikit rasa keblogeranku untuk berbagi pun tak tertahankan. Terpaksalah aku tuntun ibu itu ke kursinya yang kebetulan duduknya di barisan agak depan dan pinggir. Mungkin emang rikuesnya gitu kali’, biar gak susah2 naik keatas dan biar gak repot nyari2 posisi kursi sesuai karcisnya.

Waktu itu penonton sedang gak penuh banget. Saya taksir lebih dari 1/3 dari kapasitas ruangan. Sebelah kiriku seorang Ibu bersama putrinya yang katanya kelas 2 SMA. Aku gak tanyain apa doi anak bungsu, sulung ato tunggal, etc. Ibu inilah yang ngajariku dimana seharusnya makanan dan minuman yang kubeli tadi ditempatkan. Hueh heh heh… ndeso tenan aku. Tengqyu ya buu.. Ma(ng)kanya sebagai basa-basi ya ku ajukan pertanyaan2 standard, putrinya bu? kelas berapa? That’s all.

Eh, ibu disebelah kiriku ini kayaknya hapal semua lagu2 ABBA deh. Jangan-jangan beliau member of ABBA-Holic kah? Secara remeng2 aku suka denger kalo pas ada lagu beliau kayaknya selalu ikutan nyanyi tuh.

Sebelah kananku masuk belakangan, dua orang tante-tante (biar terkesan lebih muda). Begitu duduk, yang disampingku dengan SKSD-nya, langsung curhat “Wah… mas, aku udah lama nggak nonton bioskop nih”. Aku yang bawaannya pemalu, lugu dan kuper cuman bisa nyengir doang ·:mrgreen: ·

Selain banyak pasutri yang rambutnya berwarna, ada juga beberapa nenek, eeh maaf… maksud saya ibu-ibu, dikawal ama pembantunya. Wah… bisa-bisa THRnya dobel plus plus tuh, udah mau gak mudik, masih mau adult escort service ke bioskop pulak! Begitulah sikon nonton Mamma Mia! waktu itu. Kebayang khan profil rata-rata penontonnya?! Yaah…. film Mamma Mia! juga telah bikin orang2 yang sudah lama sekali tak ke gedung bioskop jadi nonton kembali.

Bagaimana tentang filmnya sendiri? Ah aku khan termasuk orang2 yang tak begitu suka nonton bioskop, jadi rasanya gak pantes bikin review. Namun saya sempet shock pertama liat penampilan Meryl Streep yang dibenakku masih terbayang sosok top eksekutip nan anggun jelita yang kujuluki: Madame “Devil wears Prada”, yang filmnya pernah dikastemisasi demi kepentingan iklan produk UC (Unified Communications) dari Microsoft itu. Tapi di film Mamma Mia! ini, sosok Meryl Streep njegleg-gleg bisa jadi perempuan tua mlarat, super kucel dan jelek abis gitu. Wuelleh…

Yang jelas, meskipun bukan film komedi ato lawak, namun dari start aku udah tergeli-geli terus sampe finish. Yang sering bikin geli adalah pemilihan lagu dan bagaiman cara ngepas-pasinnya, bahkan terkesan suka maksa yang amat menggelikan.

Saking tergeli-gelinya, waktu nonton itu aku udah nggak ngrasain lagi pas adegan nyanyi lagu ini apakah suara asli Meryl Streep, ato cover oleh penyanyi lain, ato suara rekaman ori-nya ABBA.

Artist (Band): ABBA

I’ve been cheated by you since I don’t know when
So I made up my mind, it must come to an end
Look at me now, will I ever learn?
I dont know how but I suddenly lose control
Theres a fire within my soul
Just one look and I can hear a bell ring
One more look and I forget everything, o-o-o-oh

Mamma mia, here I go again
My my, how can I resist you?
Mamma mia, does it show again?
My my, just how much Ive missed you
Yes, Ive been brokenhearted
Blue since the day we parted
Why, why did I ever let you go?
Mamma mia, now I really know,
My my, I could never let you go.

Ive been angry and sad about the things that you do
I cant count all the times that Ive told you were through
And when you go, when you slam the door
I think you know that you wont be away too long
You know that Im not that strong.
Just one look and I can hear a bell ring
One more look and I forget everything, o-o-o-oh

Mamma mia, here I go again
My my, how can I resist you?
Mamma mia, does it show again?
My my, just how much Ive missed you
Yes, Ive been brokenhearted
Blue since the day we parted
Why, why did I ever let you go?
Mamma mia, even if I say
Bye bye, leave me now or never
Mamma mia, its a game we play
Bye bye doesnt mean forever

Mamma mia, here I go again
My my, how can I resist you?
Mamma mia, does it show again?
My my, just how much Ive missed you
Yes, Ive been brokenhearted
Blue since the day we parted
Why, why did I ever let you go
Mamma mia, now I really know
My my, I could never let you go

5 Tanggapan

  1. Waw bioskopny seperti panti jompo
    piss:mrgreen: V

    hus!….
    selain gua, ada banyak anak muda lain kok. bahkan ada juga anak2 yg baru seumuran tk, tp bule2 ^ ga penting ^

    terimakasih yaa… atas waktunya mau baca ginian

  2. ini lagu jadul yah? apa saya yang gak up to date😦

    top hits dunia 1975 termasuk jadul gak yaa…😕

  3. Bung JIMI. Sepanjang pengematan saya, baru kali ini Boer membuat narasi panjang sebagai pengantar posting lagu-lagu. TERNYATA si Broer mantap juga. Sering-sering aja dech Broer karena banyak lagu sebenarnya memiliki falsafah tersendiri yang bisa diangkat sebagai pesan kebaikan, persahabatan dan kasih sayang. Dan inilah yang membedakan lagu-lagu sekarang dengan lagu-lagu JADUL. Di mana bedanya? lagu-lagu sekarang terlalu ribet dengan teknik bermusik, aliran musik, dan……jualan tampang. Nyaris nggak ada kedalaman makna dalam lirik lagu-lagu. Alhasil, easy come easy go. Sudah barang tentu mendengar lagu tidak selamanya harus menikmati makna lirik tetapi bukankah itu bagaikan punya laptop kelas vaio atau aple tapi hanya dipake main kartu doang. Punya isteri tapi hanya untuk dimintai tolong bikin kopi doang. APA ENAKNYA? APA KATA RUMPUT? ahhh….apa kata Broer JIMI ntar…he he he he he….wassalam Broer

    wheew…. jd malu dah gua😳 .

    namanya juga baru blajar ngetik om
    dan lagian toh prolog ini khan gak dimaksudkan utk review either musikalitas or sinemanya, tapiii………. yaa gicyulah he3x

  4. mmm apakah ini lagu ABBA asli atau cuman nyanyiin doang?

    maksudnyaaa??😕 .
    ya so so pasti asli laa..😆

  5. sebenernya pengen nonton, selain suka ABBA, Pierce Brosnan ame Meryl Streep favorit ane …

    tp krn ogah dibilang kelompok eyang2 (walaupun ada benernya dikit), mending nunggu pideonya ajah deh … 😆

    eh eh…. jangan salah, nonton bareng eyang2 itu mengasyikkan lo mas, serasa qt masih remaja bangedsz ha ha ha… 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: